Sebenarnya harus tidur pada saat ini, tetapi karena melihat Syekh Raco yang sedang bersemangat menulis blog, kejadian yang sangat langka dalam dua minggu ini dia sudah menghasilkan dua posting di blog yang berbeda (padahal biasanya sistem satu blog satu posting ^-^) saya pun menjadi tertarik untuk bercerita lagi.
Kenapa kata "SEBEL" ada pada tanda kutip..?? Itu untuk menggambarkan keadaan beberapa minggu ini di dunia sekitar saya, ok mulai dari sebab mengapa saya harus tidur secepat ini. Don Darmadi meminta saya mengantarkannya pagi-pagi untuk meminta tanda tangan penguji di lembar pengesahan, seharusnya hal tersebut bisa dilaksanakan kemarin tetapi karena ulah Mr. Ad*, pak penguji itu pun keburu pulang, yah...saya pun cuma bisa geleng-geleng, karena di awal tahun saya pun pernah punya masalah dengan sifat Mr. Ad*.
"Sebel"um Tidur
Diposkan oleh
Anton Hermansyah
di
22:14
Link ke posting ini
Label: Diari, Iseng, Kampus, Tentang Anton, Wanita
MJ, MU dan MS
MJ, Michael Jackson MU, Manchester United MS, Michael Schumacher


--
Anton Hermansyah
Diposkan oleh
Anton Hermansyah
di
09:03
Link ke posting ini
Label: Iseng
Sambil Makan
McCafe
Saya pesan McChicken Sausage plus Egg, lucu juga sih burger daging ayam plus telur ceplok, tapi burgernya dibalik. Di rumah sih saya sering juga bikin beginian pakai roti, daging burger, telur dan daging asap, cuma saat ini merasakan yang punya McD hehehe. Rasanya? Nggak jelek sih, tetapi mungkin karena ekspektasi saya adalah Big Mac dan kawan-kawan jadinya kurang puas, tetapi tidak mungkin kan tunggu sampai jam 11 cuma untuk pesan menu yang biasanya...keburu pulang deh.
Hanya ini sih yang saya mau tulis hehehe, untuk para penyantap McD, silakan berikan komentar anda soal konsep ini.
Belajar Sebelum Menyukai
Sebenarnya saya mau memberi judul posting ini dengan "Sebelum Menyukai Sesuatu Belajarlah Bagaimana Cara Menyukainya", cuma karena terlalu panjang saya singkat menjadi judul yang ada sekarang. Maud Laforest Lukisan Abstrak
Alasan utama, teman saya Bubu mengeluarkan notes di Facebook, judulnya "Girls, Curhatlah" isinya terlalu panjang untuk diceritakan kembali di sini, tetapi intinya adalah Si Bubu ini mau PDKT kepada seorang wanita dan dia sedang dalam tahap mencoba memahami para wanita dari sisi psikologisnya. Ini hal yang wajar, saya pun begitu dan malah sudah sering membahas tentang bagaimana sih makhluk yang bernama wanita itu bersama Fajar atau saya tanya langsung pada Fara, meskipun saya harus telpon interlokal ke Jogja. Mencoba memahami sang wanita sebelum menjalin hubungan yang lebih intim saya pikir itulah pola yang umum terjadi dalam dunia percintaan, jika tak mengerti "Si Dia", bagaimana mau dapet..??
Sedikit tips untuk menikmati hidup, semoga berguna!!
--
Anton Hermansyah
Diposkan oleh
Anton Hermansyah
di
14:42
Link ke posting ini
Lima Syarat Satria Jawa
Arjuna
matere sulit. Benar saja, di bawah begitu saya periksa kolom komentar, angka-angka pun bermunculan 10 juta per bulan lah, 15 juta per bulan dan lain-lain. Meski saya percaya kalau mau melamar sih lamar saja, mau hidup sengsara dahulu ya tak apa, sekalian menge-test apakah anda punya istri yang tabah dan bisa diandalkan hehehe, mau hidup sejahtera dari awal ya syukur, toh rejeki datang dari Tuhan dan Tuhan selalu menolong.
Sehabis itu sebelum tidur saya lanjutkan membaca Bumi Manusia, dan saya menemukan hal yang masih satu tema dengan pembicaraan sebelumnya, di bab 18 ada dialog sang tokoh utama Minke dengan ibunya sebelum resepsi pernikahannya. Salah satunya yang menarik perhatian saya adalah Lima Syarat Satria Jawa yaitu wisma, wanita, turangga, kukila dan curiga.
- Wisma (Rumah), maksud rumah di sini bukan sekedar alamat, tetapi sebagai tempat untuk kembali dan kepercayaan bagi semua yang meninggali. Artinya dia harus bisa menjadi tempat bersandar dan kepercayaan bagi orang-orang di sekitarnya.
- Wanita, adalah lambang kesuburan, penghidupan dan kehidupan, kemakmuran serta kesejahteraan, seorang satria harus memandang wanita sebagai sumbu pada semua, di mana kehidupan dan penghidupan berasal. Tidak hanya kepada istri, tetapi juga pada ibu dan bagaimana kita mempersiapkan anak-anak perempuan kita.
- Turangga (Kuda), adalah lambang kendaraan, berupa ilmu pengetahuan, keterampilan, keahlian dan kemajuan. Tanpa kendaraan kita tidak akan bisa melangkah jauh dan pendek pengelihatan (mungkin di sini maksudnya adalah visi).
- Kukila (Burung), adalah lambang keindahan dan hobi, dalam melakukan sesuatu terlepas dari untuk menyambung hidup haruslah ada sebuah kepuasan batin pribadi dan menikmati segala sesuatu, sehingga kita akan menjalani hidup dengan semangat.
- Curiga (Keris), sebagai lambang kewaspadaan, kesiagaan dan keperwiraan, sebuah alat untuk mempertahankan empat hal sebelumnya agar tidak binasa
Hum...dua buah pelajaran di hari yang sama. Jurangan Pran dengan ajaran moderennya dan Jurangan Pram (Pramoedya Ananta Toer) dengan ajaran kunonya (tetapi masih berguna). Terima kasih untuk kalian berdua...!!!
--
Anton Hermansyah
Menerawang
Berangan-Angan
Hari minggu kemarin saya kembali bertemu dengan mantan-mantan petinggi KpME dalam rangka pencanangan Arisan KpME. Senang sih melihat mereka-mereka mantan bos saya sewaktu masih jadi kroco di organisasi.
Saya sebagai satu-satunya anggota arisan yang masih mahasiswa melihat bahwa mereka semua yang rata-rata sudah kerja minimal 1 tahun sudah lumayan berubah. Kenapa "lumayan"? Karena secara fisik saya masih mengenal "bentuk" mereka karena memang belum banyak berubah cuma makin "makmur" saja. Haris misalnya, dari segi muka sih tidak berubah, tapi coba lihat agak ke bawah, pasti akan melihat perut buncit khas bapak-bapak, lucu juga mukanya tetap kurus tapi perutnya buncit. Wahyu sebenarnya tidak membuncit...tetapi badannya makin bulat..!!! Mereka berdua langsung jadi bahan tertawaan, yang lainnya sih tidak berubah, tetap sama, jadi lumayan tidak banyak berubah kan.
Tetapi, saya juga bisa bilang sudah lumayan banyak berubah. Karena begitu masuk ke dalam sesi cerita barulah saya bisa mengerti, Ibu Wulan misalnya, dia bercerita bagaimana dia harus mengundurkan diri dari kantor lamanya karena sedang hamil bayi Naura, Wahyu yang sedang menimbang-nimbang untuk membeli rumah atau mobil lebih dahulu, Rien yang tanpa kami sadari telah punya cincin tunangan di jari manis kirinya dan sudah mentargetkan bahwa umur 26 tahun, dia akan menikah (yang berarti tiga tahun lagi) sampai Tika yang sudah hamil tiga bulan dan sewaktu pulang dijemput oleh suaminya (bukan pacarnya atau tunangannya).
Saya pun agak kaget di dalam hati...benarkah ini orang-orang yang tiga tahun lalu masih haha-hihi bersama saya di Sekre KpME...???
Dengan masuk dunia kerja sepertinya seseorang akan mendapatkan suatu fase baru di dalam hidupnya, mereka yang secara fisik masih belum terlalu berubah, tetapi dari jalan pikiran, jauh berbeda dengan saya. Mereka berpikir tentang bagaimana mesti melamar tunangannya, bagaimana anaknya nanti sewaktu ditinggal kerja atau nanti akan pindah kerja ke mana, sedangkan saya masih berpikir malam minggu nanti harus jalan dengan siapa hahaha....
Apakah saya nanti akan mempunyai jalan pikiran seperti itu...??? Sejauh ini sih saya bisa bilang pasti, karena bisa saja jalan hidup saya berubah, misalkan harus menjadi peneliti yang hanya peduli pada objek penelitiannya, atau menjadi tahanan yang prioritas utama adalah bebas secepat mungkin...yah sepertinya contohnya terlalu ekstrim hehehe.Que sera sera
Whatever will be will be
The future's not ours to see
Que sera sera
--
Anton Hermansyah
Diposkan oleh
Anton Hermansyah
di
16:59
Link ke posting ini
Label: Diari, Iseng, Tentang Anton
Resume Tiga Hari
Selama tiga hari ini Sabtu, Minggu dan Senin ada beberapa pengalaman yang bisa di ceritakan, meskipun ini gara-gara nggak sempat nulis blog kemarin-kemarin sih.
Sabtu - Futsal dan Masuk Angin

Durian
Setiap dua minggu sekali saya "dipaksa" main futsal di Goals Fatmawati seperti yang sudah diceritakan di postingan sebelumnya tapi kali ini kondisinya berbeda. Pertama, yang main jauh lebih sedikit dari yang lalu jadinya nggak ada ganti atau substitusi. Kedua, kalau minggu kemarin saya makan ala binaragawan (pagi oatmeal, siang telur, dan malam buah), minggu ini makan ala Paman Gembul, apa saja dimakan, jadinya metabolisme tubuh kacau kembali (istilah trainer saya). Ketiga, pagi-pagi cuma makan Soy Joy dan perut kosong melompong.Walhasil kalau kemarin lari-lari bak pemain American Football sekarang langsung capai, malah sempat kram perut gara-gara otot perut yang sudah susah payah dibangun minggu kemarin sudah tercampur lemak tak jenuh, gawatnya nggak ada yang mau gantian karena kurang orang jadilah harus tetap main, yah You are what you eat...baru terasa sekarang manfaatnya.
Kecapean dan keringetan langsunglah saya pulang tanpa ganti baju dulu, masih pakai baju yang untuk main tadi, naik motor pula, jadilah pas habis bangun tidur langsung masuk angin ditambah migrain, nyut-nyutan setengah kepala. Teman saya menyuruh saya minum obat tapi saya nggak berani karena pernah mengalami Tragedi Duren.
Tragedi Duren adalah cerita waktu saya kecil dan belum tahu soal obat, minum obat karena pusing di tengah perjalanan. Setelah itu rombongan keluarga besar berhenti untuk makan duren, saya dengan bodohnya ikut makan. Setelah orang tua saya tahu bahwa sebelumnya anaknya minum obat langsung mereka panik, sejak itulah saya tahu kalau obat tak boleh bercampur alkohol atau soda, dibantu Mbah A'a yang kini sudah almarhum, saya memuntahkan semua yang sudah saya makan.
Belum selesai sampai di situ, saya disuruh minum Norit untuk menyerap racun dan tak boleh tidur selama 5 jam, mereka takut kalau saya tidur mungkin tiba-tiba nggak bisa bangun lagi, padahal saat itu ngantuk sekali. Ibu saya lalu menceritakan kisah tetangganya yang meninggal gara-gara habis minum obat dia minum Sprite. Uff...sangat ampuh untuk membuat saya terjaga sampai lima jam. Untungnya Near Death Experience itu bisa terlewati, tetapi membuat saya agak takut untuk minum obat, kecuali kalau sakitnya sudah nggak tertahankan.
Minggu - Terminal Tiga dan Hanamasa

Terminal 3
Ibu saya pulang dari Jambi, karena naik Mandala maka Ayah, saya dan Andi harus menjemput di Terminal Tiga bandara. Ini terminal baru dan cuma ada Mandala dan Air Asia saja yang mangkal di sini. Begitu lihat gedungnya di malam hari sih tercengang juga karena desainnya modern dan minimalis, beda dengan terminal satu dan dua yang sudah terlihat kusam. Tapi ada beberapa hal yang kurang enak di sini :- Alur parkirnya bikin mumet, beberapa kali lihat tempat kosong tapi tidak bisa langsung dimasuki karena mesti putar jauh, yah...mungkin kalau ke sana akan mengerti sendiri lah.
- Tempat menunggu keberangkatan ada di luar ruangan, meskipun ada atapnya tapi tetap saja bisa masuk angin.
- Kurang tempat jajanan, masa cuma ada CFC sama J.CO, di dalam pun masih kosong melompong, memang yang terakhir ini kurang penting sih
Senin - Uang Kembalian dan Vienna
Hari ini saya merasakan pentingnya uang receh, pagi-pagi saya sudah bermasalah dengan pembayaran denda buku di perpus, dendanya Rp 18,000 dan saya hanya membawa uang Rp 50,000, bapak penjaga pun menyuruh saya kembali lagi karena tidak ada stok uang kembalian. Sampai siang gocap itu belum juga pecah sampai saya dan Radit diajak Fajar ke Fakultas Psikologi karena mau bertemu Mbake sing paling apik dhewe di sana. Dan baru kali ini saya merasakan bahwa Pom Bensin dan Jalan Tol itu hebat dalam menyediakan uang, karena di Kantin Psikologi saya di Ping-Pong antara penjual makanan dan penjual minuman.
Di Penjual Minuman, Ga ada uang kecil bang...?? Ya udah ntar aja bang...abis makan aja, nggak ada kembaliannya.
Sesudah makan...
Di Penjual Makanan, Walah gede amat, nggak ada tukerannya nih...!!! Bayar yang lain dulu ya...
Di Penjual Minuman, Yah, belom ada kembaliannya, bayar makanan dulu gih...!!!
arrggghhhh....!!!!!
Hari ini memang nggak begitu enak sih...terutama buat Fajar yang tidak berhasil ketemu Mbake sing paling apik dhewe, meskipun untuk saya lumayan karena bisa melihat "Pemandangan" yang lumayan di Kantin Psikologi. Nggak tahu lah mereka melihat saya seperti apa...mungkin mereka melihat saya dan sebenarnya mau menghampiri saya sambil bilang
Untuk si Gocap akhirnya uang itu pecah untuk membeli Cheese Stick lapis coklat di 2nd Bite (baca : Second Bite) sebagai pemuas lapar karena
Untuk Fajar yang malang, saya persembahkan lagu dari Billy Joel judulnya Vienna, karena ini saya pikir cocok dengan keadaannya saat ini.
Billy Joel - Vienna (Song from Breakfast at Tiffany's)
Slow down, you crazy child
you're so ambitious for a juvenile
But then if you're so smart, tell me
Why are you still so afraid?
Where's the fire, what's the hurry about?
You'd better cool it off before you burn it out
You've got so much to do and
Only so many hours in a day
But you know that when the truth is told..
That you can get what you want or you get old
You're gonna kick off before you even
Get halfway through
When will you realize, Vienna waits for you?
--
Anton Hermansyah

